PENGENALAN LAYOUTING LANJUTAN
(FrameLayout,
ListView, GridView, ConstrainLayout) PADA ANDROID
STUDIO
·
MENGGUNAKAN FRAMELAYOUT
FrameLayout adalah layout sederhana.
layout ini bisa berisi satu atau lebih View child,
dan mereka bisa tumpang tindih satu sama lain. Oleh karena itu, atribut
android: layout_gravity digunakan untuk menemukan ViewChild.
Untuk
membuat FrameLayout pada layout.xml tersebut,
kalian perlu menambahkan tag <FrameLayout> dan di
akhri dengan tag </FrameLayout>, pada contoh berikut ini, kita akan membuat
2 buah Button, button kedua akan kita sisipkan pada button pertama, seperti berikut ini:
Agar elemen UI didalam FrameLayout
terlihat rapih serta tataletaknya bisa kalian
atur sendiri, kalian dapat menggunakan beberapa atribut Berikut adalah
atribut penting khusus untuk FrameLayout :
Ø
android:layout_marginLeft: Untuk mengatur jarak (batasan)
sudut kiri elemen UI pada elemen
UI lainnya.
Ø
android:layout_marginRight: Untuk mengatur
jarak (batasan) sudut kanan elemen
UI pada elemen UI lainnya.
Ø
android:layout_marginTop: Untuk mengatur
jarak (batasan) atas elemen UI pada elemen
UI lainnya.
Ø
android:layout_marginBottom:
Untuk mengatur jarak (batasan) bawah elemen UI pada
elemen UI lainnya.
Ø android:layout_gravity: Untuk mengatur posisi rata kanan, kiri, atas, bawah, center, center horizontal dan center vertical.
Secara khusus, FrameLayout memiliki 9 area gravitasi yang diilustrasikan pada gambar di bawah ini. Perhatikan bahwa itu adalah area imajiner, jadi itu tidak berarti FrameLayout secara fisik dibagi menjadi 9 bagian.
Saat View ditambahkan ke FrameLayout, secara default, itu akan terletak pada gravitasi "kiri | atas". Lihatlah contoh di bawah ini, saya menambahkan 2 Tombol ke FrameLayout, secara default, mereka terletak pada gravitasi "kiri | atas" dan Anda melihat bahwa mereka saling tumpang tindih.
Gunakan atribut android: layout_gravity untuk menyesuaikan posisi tombol. Nilai android: layout_gravity dapat berupa kombinasi dari nilai-nilai berikut:
Seperti yang telah dijelaskan di atas
FrameLayout merupakan jenis layout yang elemen UI didalamnya saling bertumpuk dengan elemen UI lain, urutan elemen UI menentukan
urutan tampilan. pada contoh berikut ini, kita akan membuat 2 buah Button, button
kedua akan kita sisipkan pada button pertama,
seperti berikut ini:
1.
Pertama jalankan aplikasi IDE Android Studio,
caranya :
a.
Pilih Start → Android Studio
b.
Pilih → Start a new
Android Studio Project
c.
Pilih → Empty Activity
→ Next
Configure Your Project
Name → FrameLayout
Package Name → Biarakn Apa
Adanya
Save Location → C:\Users\ACER\AndroidStudioProjects\NamaFolder\
FrameLayout
Language
→ Java
Minimum
API Level → API 16 → Klik Finish
2. Maka akan Tampil IDE Android Studio, setelah itu Buka dan ubah script activity_main.xml menjadi seperti gambar di bawah ini
maka akan terlihat seperti ini :
Agar elemen UI didalam FrameLayout terlihat rapih serta tataletaknya bisa kalian atur sendiri,
kalian dapat menggunakan beberapa
atribut berikut ini:
Ø android:layout_marginLeft : Untuk mengatur jarak (batasan) sudut kiri elemen UI pada elemen
UI lainnya.
Ø android:layout_marginRight : Untuk mengatur jarak
(batasan) sudut kanan elemen UI pada elemen UI lainnya.
Ø android:layout_marginTop : Untuk mengatur jarak (batasan)
atas elemen UI pada elemen
UI lainnya.
Ø android:layout_marginBottom : Untuk mengatur jarak (batasan) bawah elemen UI pada elemen UI lainnya.
Ø android:layout_gravity : Untuk mengatur posisi rata kanan, kiri, atas, bawah, center,
center horizontal dan center vertical.
Pada contoh berikutnya, edit kode pada layout.xml kalian menjadi seperti berikut
ini:
maka akan terlihat seperti ini :
3.
Jalankan di emulator Maka akan tampil
seperti gambar di bawah ini
4.
Pertama jalankan aplikasi IDE Android Studio,
caranya :
a.
Pilih Start → Android Studio
b.
Pilih → Start a new
Android Studio Project
c.
Pilih → Empty Activity
→ Next
Configure Your Project
Name → FrameLayout2
Package Name → Biarakn Apa
Adanya
Save Location → C:\Users\ACER\AndroidStudioProjects\NamaFolder\
FrameLayout2
Language
→ Java
Minimum
API Level → API 16 → Klik Finish
5. Maka akan Tampil IDE Android Studio, setelah itu Buka dan ubah script activity_main.xml menjadi seperti gambar di bawah ini
6.
Jalankan di emulator Maka akan tampil
seperti gambar di bawah ini
·
MENGGUNAKAN LISTVIEW
“Sebenarnya materi
ini sudah sepat
kita bahas di materi
sebelumnya tapi tak mengapa kita bahas lagi karena materi ini masih berhubungan
dengan materi Layouting yang sedang kita palajari di materi
kali ini”
Atribut ListView
Berikut adalah tabel atribut penting khusus untuk GridView
1.
ListView
ListView
adalah salah satu widget yang digunakan untuk menampilkan data atau nilai dalam bentuk daftar/list, nilai atau data yang ditampilkan pada ListView tersebut didapat dari sebuah Array atau Database yang sudah ditentukan. ListView pada saat ini sudah tergantikan dengan RecyclerView yang memiliki konsep Material
Design, karena lebih custom dan juga dapat mengatur tampilan
layoutnya. Walaupun begitu,
ListView masih banyak digunakan oleh programmer untuk membuat list/daftar item yang sederhana pada
aplikasi mereka,
2.
Adapter
Adapter merupakan class yang mengatur item-item pada ListView. Adapter mengatur resource view pada setiap item dari ListView. Resource view pada ListView yang ada pada sebuah tampilan layar sebuah aplikasi memiliki jumlah resource view yang tetap sesuai dengan item yang tampak pada layar. Pada ListView dengan tampilan scroll, resourve view akan digunakan secara berulang (reusable) dengan mengatur item yang tampak dan yang tersembunyi pada ListView. Adapter juga mengatur data model dari setiap item ListView. Sebuah data model akan diatur menjadi sebuah item dari ListView.
3. Membuat ListView Sederhana
ListView dikatakan sederhana atau komplek
ditentukan oleh kompleksitas item dari ListView tersebut. Jika masing-masing item dari ListView
menampilkan sebuah kata atau kalimat saja, maka ListView tersebut
sederhana. Jika masing-masing item dari ListView memiliki isi yang komplek seperti item dari sebuah status
jejaring sosial dimana pada masing-masing
item memiliki foto profil, nama, waktu, status dan komentar, maka ListView tersebut adalah ListView komplek.
Pembuatan ListView komplek dilakukan dengan Custom
ListView.
Pada contoh dibawah ini, kita akan membuat layout menggunakan listview Custom, Langkahnya seperti berikut ini:
1.
Pertama jalankan aplikasi IDE Android Studio,
caranya :
a.
Pilih Start → Android Studio
b.
Pilih → Start a new
Android Studio Project
c.
Pilih → Empty Activity
→ Next
Configure Your Project
Name → ListViewCustom
Package Name → Biarakn Apa
Adanya
Save Location → C:\Users\ACER\AndroidStudioProjects\NamaFolder\
ListViewCustom
Language
→ Java
Minimum
API Level → API 16 → Klik Finish
2. Maka akan Tampil IDE Android Studio, setelah itu Buka dan ubah script activity_main.xml menjadi seperti gambar di bawah ini
3. Buka dan ubah script MainActivity.java menjadi seperti
gambar di bawah
ini

4. Jalankan di emulator Maka akan tampil
seperti gambar di bawah ini
4. Membuat Custom ListView Komplek
Custom ListView merupakan ListView dengan item yang bisa kita buat sesuai selera, misalnya item yang memiliki atribut foto, nama, dan keterangan. Item yang custom seperti itu dapat dibuat dan diatur oleh class Adapter. Contoh Item pada Custom ListView bisa di lihat seperti gambar di bawah ini:
Pada contoh dibawah ini, kita akan membuat layout menggunakan Custom ListView Komplek, Langkahnya seperti berikut ini:
1.
Pertama jalankan aplikasi IDE Android Studio,
caranya :
a. Pilih Start → Android Studio
b. Pilih → Start a new
Android Studio Project
c. Pilih → Empty Activity
→ Next
Configure Your Project
Name → CustomListViewKomplek
Package Name → Biarakn Apa
Adanya
Save Location → C:\Users\ACER\AndroidStudioProjects\NamaFolder\
CustomListViewKomplek
Language
→ Java
Minimum API Level → API 16 → Klik Finish
2. Maka akan
Tampil
IDE
Android
Studio,
setelah
itu
Buka
dan
ubah
script activity_main.xml dan rubah Namanya menjadi
layout.xml
Untuk membuat Custom ListView, kita buat terlebih dahulu layout-layoutnya. Kita membutuhkan 2 layout, yaitu layout halaman yang menampilkan ListView dan layout item untuk Adapter. Layout halaman kita buat dengan membuat file layout.xml di dalam folder layout dengan isi seperti ini
3. Layout item untuk Adapter kita buat dengan membuat file item.xml di dalam folder layout dengan isi seperti ini :
4. Kemudian kita siapkan gambar yang menjadi icon dari item ListView. Saya pakai gambar icon makanan seperti ini dengan ukuran 48 x 48 px (panjang x lebar harus sama). Kita simpan gambar pada folder drawable dengan nama file hurup kecil semua .png kalian bisa download icon nya di http://flaticon.com/
5. Kemudian kita buat sebuah class data model dari item ListView yang bernama class Menu. Object dari class ini akan menyimpan data-data yang akan ditampilkan pada item dari ListView. Sebuah object dari class Menu akan ditampilkan pada sebuah item dari ListView. Kita buat class yang bernama Menu.java dengan isi class sebagai berikut.
6. Kemudian kita buat class Adapter. Class Adapter adalah class yang akan membuat dan mengatur item-item dari ListView. Class ini mengkonversi data dari Object Menu menjadi item dari ListView. Kita buat class yang bermama ListAdapter.java dengan isi class sebagai berikut :
7. Kemudian kita buat class MainActivity (class ini biasanya sudah dibuat otomatis pada project) sebagai class controller yang mengelola pembuatan Custom ListView. Buat class MainActivity.java dengan isi sebagai berikut :
Pada class tersebut kita membuat ArrayList yang berisi object-object dari Menu. ArrayList ini menjadi kumpulan
data yang akan ditampilkan pada ListView. Di bawahnya ada object dari class ListAdapter yang bernama adapter.
Object ini yang akan dimasukkan pada object dari ListView pada fungsi setAdapter(adapter).
ListView dapat mengenali beberapa event, salah satunya adalah event click. Masing-masing item dari ListView dapat menangkap event click dan memberikan reaksi terhadap event tersebut. Kita akan menangkap event tersebut dan memberikan reaksi sederhana dengan menampilkan sebuah kalimat. Jika project dijalankan, maka ListView akan tampil seperti ini.
·
MENGGUNAKAN GRIDVIEW
GridView adalah salah satu container, yang digunakan untuk menampilkan konten View, konten View dalam GridView akan tersusun bentuk kotak-kotak seperti sebuah rak lemari, , yang dimana kita dapat menyimpan barang-barang. Penulisan coding beserta struktur datanya, hampir sama dengan ListViw, hanya saja data yang ditampilkan secara Grid atau Kotak-kotak.
Penjelasan pada atribut-atribut yang digunakan:
Ø android:columnWidth : Menentukan lebar tetap pada masing-masing kolom.
Ø android:gravity : Menentukan gravitasi di dalam
setiap sel.
Ø android:verticalSpacing : Mendefinisikan default jarak vertikal
antar baris.
Ø android:stretchMode : Mendefinisikan bagaimana kolom harus meregang untuk
mengisi tersedia ruang
kosong, jika ada.
Ø android:horizontalSpacing : Mendefinisikan default jarak horisontal antara kolom.
Ø android:numColumns : Menentukan berapa kolom yang akan ditampilkan.
Pada contoh dibawah ini, kita akan membuat layout menggunakan GridView, Langkahnya seperti berikut ini:
1.
Pertama jalankan aplikasi IDE Android Studio,
caranya :
a. Pilih Start → Android Studio
b. Pilih → Start a new
Android Studio Project
c. Pilih → Empty Activity
→ Next
Configure Your Project
Name → GridView
Package Name → Biarakn Apa
Adanya
Save Location → C:\Users\ACER\AndroidStudioProjects\NamaFolder\
GridView
Language
→ Java
Minimum
API Level → API 16 → Klik Finish
2. Maka akan Tampil IDE Android Studio, setelah itu Buka dan ubah script activity_main.xml menjadi seperti gambar di bawah ini
3. Buka dan ubah script MainActivity.java menjadi seperti gambar di bawah ini
4. Jalankan di emulator Maka akan tampil seperti gambar di bawah ini
Membuat GridView Custom
Hal-hal yang akan di butuhkan disini
adalah 3 java class yang mana dua di antara nya adalah class activity yaitu MainActivity.java
dan ZoomActivity.java dan satu sisanya adalah
Adaptor yaitu GridAdapter.java, 3
layout XML yang mana dua di antaranya adalah
layout activity yaitu activity_main.xml dan
activity_zoom.xml dan satu sisanya sebagai layout custom Gridview nya yaitu custom_grid.xml . Kemudian 15 buah icon yang semuanya
bisa kalian download dari flaticon.com
File ZoomActivity disini berfungsi untuk menerima intent.
Intent ini akan menghantarkan
item-item dari Gridview pada MainActivity menuju ke ZoomActivity, yang mana disini kita membuat gambar akan
menjadi besar saat di lihat pada activity ZoomActivity
1.
Pertama jalankan aplikasi IDE Android Studio,
caranya :
a.
Pilih Start → Android Studio
b.
Pilih → Start a new
Android Studio Project
c.
Pilih → Empty Activity
→ Next
Configure Your Project
Name → GridViewCustom
Package Name → Biarakn Apa
Adanya
Save Location → C:\Users\ACER\AndroidStudioProjects\NamaFolder\
GridViewCustom
Language
→ Java
Minimum
API Level → API 16 → Klik Finish
2. Copy semua Icon yang telah di download ke dalam folder drawable
3. Maka akan Tampil IDE Android Studio, setelah itu Buka dan ubah script activity_main.xml menjadi seperti gambar di bawah ini
Beberapa penjelasan mengenai atribut-atribut pada elemen Gridview
di atas:
Ø android:gravity="center_horizontal|center_vertical" berguna untuk
memposisikan item berada di tengah-tengah secara
horizontal maupun vertical.
Ø android:horizontalSpacing="10dp" memberikan jarak horizontal antara satu item dengan item di
sebelahnya.
Ø android:verticalSpacing="20dp" memberikan jarak vertical antara
satu item dengan
item di bawahnya.
Ø android:numColumns="3" adalah penentuan jumlah kolomnya.
Ø android:listSelector="#FF03DAC5" ini akan memberikan warna pada item yang di pilih/klik.
4. Berikutnya buatlah sebuah layout sebagai custom layout dari Gridview yang nantinya akan di inflate melalui file java adaptor. Seperti yang sudah di jelaskan di atas, disini kita berikan nama custom_grid.xml. Layout ini berisi 2 buah komponen yaitu sebuah ImageView untuk penempatan icon dari item-itemnya dan sebuah TextView untuk penempatan teks dari item-itemnya. Berikut isi dari layout ini.
5. Selanjutnya adalah membuat adapter nya, yang kita namakan GridAdapter.java dalam contoh ini. Layout custom_grid.xml di inflate di dalam file ini, kemudian adaptor ini akan menghubungkan layout tersebut ke MainActivity.java. Ya.. sesuai namanya, begitulah fungsinya. Berikut dibawah isi dari file java ini.
6. Sebelum
membuat activity baru, terlebih dahulu kita akan melakukan koding yang di butuhkan pada MainActivity.java. Pertama-tama dengan membuat integer untuk ke delapan
icon-icon dengan memanggil
sumber resource nya, lalu membuat
String sebagai nama-nama
dari delapan icon tersebut, kemudian
menghubungkan keseluruhan
dengan adaptor. Untuk metode klik pada setiap item, seperti yang di jelaskan sebelumnya di atas; setiap item
yang di pilih/klik akan di hantarkan ke activity ZoomActivity mengunakan intent.
7. Kemudian buat activity baru, yaitu ZoomActivity.java dengan layout nya activity_zoom.xml. Pada layout ini juga harus berisi 2 komponen seperti pada activity_main.xml, yaitu ImageView dan Textview. Namun disini tentu kita memberikan atribut ukuran yang lebih besar tentunya. Lalu pada ZoomActivity.java kita hanya perlu menyambut intent dari MainActivity.java. Berikut isi lengkap dari kedua file ini
activity_zoom.xml
ZoomActivity.java
8. Jalankan di emulator Maka akan tampil seperti gambar di bawah ini
· MENGGUNAKAN CONSTRAINLAYOUT
Constraint layout merupakan layout
terbaru dari android.
Layout ini berbasis
relative layout, namun
mempunyai tingkat kemudahan yang lebih baik dalam penggunaannya. Hal ini dikarenakan, contraint layout
dapat digunakan dengan baik pada design mode
didalam Android Studio. Setiap item pada constraint layout memiliki 4
arah constraint yaitu top, left,
right, dan bottom. Ke empat arah ini memiliki sebuah connection source yang dapat
ditarik ke parent atau ke objek lain. Perhatikan gambar di bawah ini.
Sebenarnya Constraint Layout mirip dengan Relative
Layout, karena letak View bergantung pada View lain dalam satu Layout ataupun
dengan Parent Layoutnya. Contohnya di Relative Layout kita bisa meletakkan sebuah View
di atas, bawah, atau samping View
lain. Kita juga dapat mengatur posisinya berdasarkan Parent Layout menggunakan tag seperti
centerVertical, alignParentBottom, dll. Akan tetapi,
Constraint Layout jauh lebih fleksibel dan lebih mudah digunakan di Layout Editor.
Pada Constraint Layout, setiap View
memiliki tali (Constraint) yang menarik tiap
sisinya, yang mana tali tersebut
bisa kita atur Elastisitas, Margin,
dsb. Tali tersebut
wajib kita “ikatkan” kepada
anchor point atau suatu titik yang dapat berupa sisi dari Parent Layout,
View lain, ataupun titik bantu (helper) yang bisa kita buat sendiri.
ConstraintLayout merupakan salah satu komponen ViewGroup
yang dapat kita gunakan untuk menyusun tampilan
aplikasi yang kompleks
tanpa adanya nested
layout. ConstraintLayout
tersedia dengan dukungan kompatibilitas mulai dari Android 2.3 (API Level 9)
sampai dengan yang terbaru.
ConstraintLayout memiliki kesamaan dengan RelativeLayout. Dalam penggunaan semua view yang berada di dalamnya disusun
berhubungan antara parent dan view lainnya. Tapi ConstraintLayout lebih fleksibel dari RelativeLayout dan mudah digunakan dengan dukungan Layout Editor pada Android Studio.
Kita bisa menambah
view baru ke dalam ConstraintLayout. Kita gunakan drag and drop di Layout
Editor yang berada
pada tab Design atau dengan
menambahnya secara manual melalui tab Text. Kita perlu menentukan posisi dari view atau bagaimana agar view tersebut
terhubung dengan parent layout atau
view lainnya. Mengapa demikian?, Karena setelah ditambahkan, view tersebut tidak memiliki constraint yang menghubungkannya dengan
parent layout atau view lainnya. Sehingga ketika
dijalankan, posisi dari view tersebut akan berada di bagian atas sebelah
kiri.
Berbeda ceritanya dengan RelativeLayout. Saat kita ingin menentukan posisi atau menghubungkan dua buah view, kita bisa menggunakan attribute seperti layout_below atau layout_above. Nah untuk ConstraintLayout kita akan menggunakan constraint sebagai dasar dalam menentukan posisi agar sebuah view dapat terhubung dengan view lainnya sesuai harapan kita.
Constraint
Setiap view setidaknya memiliki satu vertikal dan horizontal constraint. Misal kita memiliki sebuah layout dengan tampilan pada Layout Editor seperti berikut :
Susunan tampilan di atas akan terlihat normal. Tidak ada yang salah di Layout Editor. Tapi jika kita perhatikan seksama, view C diatas hanya memiliki horizontal constraint yang diatur sejajar dengan view A. Sehingga ketika jika kita coba menjalankannya, sama seperti yang disebutkan diatas, maka posisi dari view C akan berada di posisi atas seperti berikut:
Berbeda jika kita menambahkan vertikal constraint pada view C yang diatur terikat dengan view A seperti berikut:
Ketika dijalankan, apa yang terjadi? Yang tampil akan sesuai dengan apa yang terlihat di Layout Editor.
Konversi berkas
layout
Yang menarik, ketika kita mempunyai
layout yang sudah dibuat sebelumnya, kita bisa mengubahnya menjadi ConstraintLayout
tanpa harus mengubah dan menyesuaikan konfigurasi setiap
view yang sudah ada. Wow! Caranya? Ikuti langkah-langkah berikut:
1)
Masuk pada bagian Design
dari Layout Editor
di Android Studio.
2) Pada panel Component Tree, klik kanan pada bagian layout yang dijadikan sebagai parent kemudian pilih Convert LinearLayout to ConstraintLayout.
Gambar di Atas adalah contoh ketika kita ingin mengubah LinearLayout menjadi ConstraintLayout. Perlu kita ketahui sebaiknya fungsi konversi tersebut digunakan untuk mengkonversi layout yang tidak terlalu kompleks. Jika kamu punya layout yang kompleks sebaiknya ubalah secara manual untuk menghindari kesalahan konversi yang bisa saja terjadi. Ini menyebabkan kita perlu usaha yang lebih untuk menyelesaikan kesalahan konversi tersebut.
Menambah dan Menghapus Constraint
Seperti yang sudah dijelaskan
sebelumnya, setiap view di dalam ConstraintLayout wajib memiliki constraint untuk terhubung dengan parent atau view lainnya.
Lalu bagaimana cara menambahkannya?
1)
Drag view yang ingin ditambahkan dari panel Palette
ke dalam editor.
2) View yang sudah ditambahkan akan memiliki anchor point pada setiap sisi yang akan kita gunakan untuk membuat constraint baru seperti berikut:
3) Lanjut, untuk menambahkan constraint, klik anchor point yang berada pada view kemudian arahkan ke parent atau view lainnya seperti berikut:
4)
Setelah kita
menambahkan constraint untuk sebuah view, secara default akan terdapat margin yang memisahkan antara
view dan parent atau view lain yang terikat dengan view tersebut, secara default margin memiliki
nilai 8dp.
Ketika ingin menambahkan constraint
untuk setiap view, kita perlu tahu beberapa
aturan berikut:
a.
Seperti yang disebutkan
sebelumnya, setiap view wajib memiliki setidaknya satu vertikal dan horizontal constraint.
b.
Kita hanya bisa
mengaitkan antar view dengan orientasi yang sama. Misal, anchor point bagian atas hanya bisa dikaitkan dengan anchor
point bagian atas atau bawah dari
view lainnya, kita tidak bisa mengaitkannya dengan anchor point bagian kiri atau kanan.
c. Setiap constraint hanya bisa digunakan untuk mengaitkannya satu anchor point, tapi kita bisa menggunakan satu anchor point untuk beberapa constraint dari view lainnya
Untuk menghapus constraint yang sudah ditambahkan, klik view kemudian klik anchor point dari view tersebut seperti berikut:
Untuk
menghapus sekaligus semua
constraint dari sebuah view, kamu bisa memilih
view yang ingin constraintnya dihapus. Lalu klik icon yang berada di
bagian sisi kiri bawah seperti berikut:
Namun jika ingin menghapus semua constraint untuk setiap view yang berada di dalam ConstraintLayout bisa dengan memilih setiap view beserta parent layoutnya yang berada pada panel Component Tree kemudian pilih Clear Constraints of Selection seperti berikut:
Mengatur Constraint Bias
Let’s say kita menambahkan dua constraint untuk vertical constraint dengan ukuran view yang memiliki nilai tetap atau berdasarkan content yang berada di dalamnya (wrap content). Posisi dari view tersebut akan berada di tengah yang secara default memiliki bias 50%.
Kita bisa mengatur nilai dari bias untuk merubah posisi view tersebut dengan menggunakan bias slider yang berada pada panel attribute atau langsung menggesernya seperti berikut:
Jika kita ingin menyesuaikan ukuran
size dengan mengikuti ukuran parent atau view yang terikat,
kamu bisa mengubah
konfigurasi layout_width menjadi
match_contraint
Seperti yang telah dijelaskan di atas ConstraintLayout akan sangat membantu
kita dalam membangun tampilan aplikasi
yang cukup kompleks.
Kita cukup terbantu
dengan Layout editor dalam
menggunakannya. Dibawah ini kita kan membuat sebuah aplikasi menggunakan ConstraintLayout, Langkah
demi langkahnya dapat kita ikuti seperti berikut ini:
1.
Pertama jalankan aplikasi IDE Android Studio,
caranya :
a. Pilih Start → Android Studio
b. Pilih → Start a new
Android Studio Project
c. Pilih → Empty Activity
→ Next
Configure Your Project
Name → ConstraintLayout
Package Name → Biarakn Apa
Adanya
Save Location → C:\Users\ACER\AndroidStudioProjects\NamaFolder\
ConstraintLayout
Language
→ Java
Minimum API Level → API 16 → Klik Finish
2. Kita akan mendesain sebuah layout untuk form loagin di apps Android seperti gambar di bawah ini
3. Siapkan sebuah Icon / gambar yang akan kita gunakan untuk element ImageView lalu copy ke dalam folder Drawable seperti gambar di bawah ini
4. Setelah Tampil IDE Android Studio, Buka dan ubah script activity_main.xml menjadi seperti gambar di bawah ini
5. Jalankan di emulator Maka akan tampil seperti gambar di bawah ini







































































