Kamis, 25 Maret 2021

Belajar Androis Studio (2)

Posted by Ani Budiati Agustin on Maret 25, 2021 with No comments

 PENGENALAN IDE ANDROID STUDIO MEMBUAT PROJECT DAN STRUKTUR FOLDER ANDROID STUDIO

Android semakin digandrungi. Per Maret 2018 ada lebih dari 3,6 juta aplikasi Android di Google Play Store (data Statista). Di indonesia sendiri pada bulan Maret 2019 sebanyak 93,5% konsumen memilih platform Android untuk sistem operasi peranti mobile mereka (data Statcounter). Ini menandakan bahwa kebutuhan akan Android developer, semakin meningkat. Tak heran, profesi Android developer merupakan 1 dari 5 profesi yang paling diincar perusahaan (data LinkedIn Emerging Jobs Report 2019). 

Spesifikasi minimal Komputer/Laptop:

·      Resolusi layar 1366 x 768 (Rekomendasi Full HD 1920 x 1080).

·      Prosesor Intel i3 (Rekomendasi Core i5 ke atas).

·      RAM 4GB (Rekomendasi 8GB).

Setelah install android studio berikut cara membuat project dan pengenalan struktur folder pada android studio.

1.   Pilih Start à  Android Studio atau di shortcut pada desktop


 

2.   Pilih à  Start a new Android Studio Project


 

3.   Pilih à  Empty Activity à  Next



Pada Android Studio kalian tidak hanya dapat membuat aplikasi untuk mobile saja tetapi kalian juga bisa membuat aplikasi Android untuk Smart TV dan juga perangkat Wearable seperti Jam dan Google Glass. Jika sudah klik Next.


4.   Configure Your Project


 

Name à  HelloWord

Package Name à  Biarkan Apa Adanya

Save Location à  C:\Users\acer\AndroidStudioProjects\Nama File

Language à  Java

Minimum API Level à  API 14 à  Klik Finish

 

Keterangan :

·     Application Name : Merupakan nama untuk aplikasi yang akan kalian bangun (Huruf pertama usahakan huruf kapital).

·     Package Name : Merupakan alamat Website kalian atau perusahaan atau yang lainnya, jika tidak ada bisa diisi sesukanya saja, yang pasti harus diisi. Package name ini tidak boleh sama dengan aplikasi lain yang akan anda buat nantinya.

·     Save Location : Merupakan lokasi dimana Project yang kalian bangun akan di simpan.

·     Language : Bahasa pemrograman yang akan di pergunakan untuk membuat aplikasi, anda bisa memilih Bahasa Java atau Kotlin

 

5.   Maka akan Tampil IDE Android Studio

 

 

A.  Merupakan bagian dari susunan folder project Android Studio (Lebih jelasnya nanti kita akan bahasa di bawah).

B.  Merupakan bagian dari Palette yang berisi beberapa tools atau component yang bisa kita gunakan untuk memberi tampilan pada aplikasi yang akan kita bangun.

C.  Merupakan Component Tree yang memiliki fungsi menampilkan Layout dan susunan dari komponen yang telah kita gunakan di Bagian

D.  Merupakan bagian bidang utama yang digunakan untuk meletakkan Component yang ingin kita gunakan. Tampilannya seperti tampilan layar pada Mobile Android.

 

6.   Susunan Folder Project Android Studio



Keterangan :

1)   Pada bagian pertama terdapat folder yang bernama Manifest, di dalam folder Manifest tersebut terdapat file AndroidManifest.xml. File AndroidManifest.xml berisis informasi tentang package (paket) pada project yang kita bangun. Jadi file ini memuat komponen aplikasi seperti Activity, Services, Content, dan lain sebagainya. Jika kita membuat Activity baru maka akan terdapat di file ini, jika tidak maka periksa kembali, dan jika kita ingin membuat aplikasi yang membuatuhkan koneksi Internet, kita diharuskan mengisi User Permission di File ini, menggant judul, icon, dan lain sebagainya.

2)   Pada bagian kedua terdapat foler Java yang di dalamnya terdapat folder bernama seperti domain yang kita isikan pada pertama kali membuat aplikasi, pada contoh tutorial ini diatas kita membuatnya dengan nama (com.kodingindonesia.aplikasipertama), di dalam folder tersebut terdapat file NameActivity.java, jika nama Activity tidak dirubah maka secara default bernama MainActivity.java , pada bagian file ini lah kita akan membuat program Java untuk aplikasi yang akan kita buat.

3)   Pada bagian ketiga ini terdapat folder drawable, folder drawable ini merupakan bagian dari folder resource. Folder drawable ini digunakan untuk menyimpan file gambar dengan format .jpg atau .png yang kita gunakan pada aplikasi yang akaddddddxxn kita bangun

4)   Pada bagian keempat ini terdapat file bernama layout_name.xml, secara default jika kita tidak rubah saat pertama maka namanya adalah activity_main.xml. file layout_name.xml ini terdapat di folder layout yang merupakan bagian dari folder resource. Pada file ini lah kita akan membaut tampilan atau User Interface untuk aplikasi yang akan kita bangun.

5)   Pada bagian kelima terdapat beberapa icon launcher aplikasi yang bernama ic_launcher. Icon ini terdapat pada folder mipmap yang merupakan bagian dari folder resource.

6)   Pada bagian keenam ini terdapat beberapa file antara lain :

·      String.xml yang merupakan file berisi resource data-data text yang akan kita gunakan sebagai komponen aplikasi.

·      Style.xml yang merupakan file berisi resource tentang tema seperti Toolbar, yang akan kita gunakan untuk komponen aplikasi nantinya.

·      Color.xml yang merupakan file berisi resource warna-warna dari file Style.xml

Semua file-file tersebut terdapat di folder values yang merupakan bagian dari foler resource.

7)   Pada bagian ketujuh terdapat Gradle. Gradle ini merupakan tools untul build yang digunakan pada Android Studio, untuk Compile, Run project Aplikasi yang akan kita bangun. Jika kalian pernah menggunakan Eclipse kalian tidak akan menemukan build tools Gradle, karena Eclipse menggunakan build tools Ant.

 

PENJELASAN ANDROIDMANIFEST.XML

Berikut ini contoh struktur file dari AndroidManifest.xml


<Manifest>


Bagian manifest ini berisi nama package di Activity class yang kita bangun.


<Application>



Pada bagian Application ini sendiri merupakan sub dari bagian manifest. Pada bagian ini berisi pendeklarasian tentang Aplikasi kita ,seperti tema, icon dan judul aplikasi.

Ø android:allowBackup : berfungsi untuk mengizinkan aplikasi merestore infrastructure.

Ø android:icon : berfungsi untuk pendeklarasian icon launcher semua komponen Aplikasi yang kita bangun.

Ø android:label : berfungsi untuk mendeklarasikan nama judul semua komponen Aplikasi yang kita bangun.

Ø android:supportsRtl : berfungsi untuk mengaktifkan apakah aplikasi yang kita bangun support Right-to-Left atau tidak.

Ø android:theme : berfungsi untuk mendeklarasikan tema semua komponen Aplikasi yang kita bangun.

 

<Activity>



Pada bagian Activity ini sendiri merupakan sub dari application, pada bagian Activity ini sendiri berfungsi untuk mendaftarkan atau registrasi activity-activity baru.

·     android:name : berfungsi untuk mendeklarasikan nama dari Class Activity

 

PENJELASAN STRUKTUR FOLDER JAVA DAN FILE JAVA

Berikut ini struktur file dari MainActivity.java


Package

Pada bagian package ini berfungsi untuk mengelompokan beberapa file class Activity java pada aplikasi kita.

Import

Pada bagian import ini berfungsi untuk mengimport library untuk komponen yang kita gunakan pada aplikasi.

Public class MainActivity extends AppCompatActivity

·     Public class : Merupakan modifier yang digunakan dalam pemrograman java untuk menyatakan bahwa kelas / method / attribute tersebut dapat diakses oleh kelas ini.

·     MainActivity : Merupakan nama dari kelas yang telah kita bangun.

·     Extends AppCompatActivity : menyatakan bahwa class NameActivity akan mewariskan sifat dari library yang bernama AppCompatActivity yang merupakan sifat dari program java yaitu inheritance(pewarisan).

Override : Merupakan teknologi yang memungkinan class turunan atau subclass atau kadang juga disebut child, di mana subclass atau child ini bisa mengubah variabel yang ada di parentclass (parent/induk).

Protected void : Protected adalah modifier yang digunakan dalam pemrograman java untuk menyatakan bahwa kelas tersebut dapat diakses dari kelas turunannya.

Sedangkan Void adalah method digunakan dalam pemrograman java untuk menyatakan bahwa tipe data tersebut tidak mempunyai nilai balik (return value).

onCreate : fungsi ini akan dipanggil ketika sebuah class baru dibuat, untuk menampilkan Activity yang di olah di (Bundle savedInstanceState)

setContentView : menampilkan sebuah halaman antarmuka atau user interface pada file layout yang bernama layout_name yang berlokasi di layout.Layout_name.

 

PENJELASAN LAYOUT (activity_main.xml)

Pada bagian layout_name.xml ini merupakan bagian untuk membangun User Interface, ada dua bagian yang bisa kita akses yaitu bagian Design dan bagian Text.

 

Bagian Design

 

 

Gambar di atas merupakan bagian dari Design, untuk memilihnya sendiri terdapat dibagian kiri bawah seperti yang ditunjukkan oleh gambar di atas bagian merah. Pada bagian ini kita bisa membuat antarmuka atau user interface dengan cara Drag N Drop.

 

Bagian Code

 


Gambar di atas merupakan bagian dari Text, untuk memilihnya sendiri terdapat dibagian kiri bawah seperti yang ditunjukkan oleh gambar di atas bagian merah. Pada bagian ini kita bisa membuat antarmuka atau user interface dengan cara Menulis Program XML.

 

ConstraintLayout

 


ConstraintLayout ini merupakan jenis dari layout yang ada di Activity, selain ConstraintLayout ada juga RelativeLayout dan LinearLayout.

 

TextView


TextView sendiri merupakan widget dari komponen yang terdapat pada User Interface yang berfungsi untuk menampilkan text. Beberapa atribut dari TextView yang digunakan di atas adalah:

·     Android:layout_width : merupakan salah satu jenis penempatan dari widget. Pada contoh di atas yaitu wrap_content jadi ukuran lebar dari TextView ini mengikuti panjang dari text yang didalamnya. Selain wrap_content ada pula match_parent yaitu ukuran lebar dari TextView akan mengikuti lebar dari layar.

·     Android:layout_height : merupakan salah satu jenis penempatan dari widget juga, sama halnya dengan android: layout_width, hanya bedanya jika android:layout:height ini mengatur tinggi dari TextView.

·     Android:text : merupakan isi text dari TextView yang akan ditampilkam.

·     Android:id : merupakan identitas dari TextView yang nantinya akan dipanggil pada program java atau activity java.

 

7.   Cara Menambahkan Emulator

Kita dapat menambahakan Emulator, Adapun caranya Klik icon AVD Manager (Android Virtual Device) Manager


8.   Akan tampil daftar Virtual device jika sebelumnya telah ada, untuk menabahkan emulator baru klik + Create Virtual Device


 

9.   Kita bisa memilih jenis emulator yang akan kita gunakan, tidak hanya smartphone untuk perangkat keras lain seperti Smart TV, tablet dan yang lainya pun telah di sediakan,

untuk praktikum kita gunakan emulator dengan memilih Phone lalu pilih Nexus 5 terakhir klik tombol Next

 

10.    Pilih Versi OS Android / API Level yang akan kita gunakan pada emulator kita, anda diharuskan untuk mendownolad OS android ini, setelah itu klik tombol Next


11.    Selanjutnya beri nama Android Virtual Device (emulator) kita, anda bisa memberi nama sesuka anda setelah itu klik tombol Finish


12.    Selanjutnya akan tampil daftar emulator yang tersedia yang dapat anda gunakan untuk menjalankan aplikasi yang nanti kita buat, untuk mencoba apakah emulator kita telah siap digunakan atau tidak anda bisa menjalannya dengan menekan tombol Run/Play


13.    Berikut tampilan dari emulator yang kita coba jalankan pada IDE Android Studio



14.    Atau anda dapat menjalankannya langsung dengan menekan tombol Run/Play App dengan menekan tombol Shift + (F10) di menu Toll Bar


 

15.    Maka akan tampil aplikasi HelloWord yang tadi kita buat seperti gambar di bawah ini


16.    Bisa kita lihat perbedaan setelah tampil dan sebelum tampil App HelloWord pada emulator kita

 

17.    Untuk computer/PC dengan spek memori RAM di bawah 8GB anda dapat menggunakan Ganget/Smartphone anda sebagai media/emulator Ketika nanti menjalankan App yang akakn kitab uta, anda bisa Menggunakan Aplikasi Vysor aplikasi Vysor ini memudahkan kamu untuk mengontrol dan menampilkan layar Android di PC/Laptop. Berikut Tutorial yang dapat anda ikuti :

a.    Download aplikasi Vysor di Play Store untuk Smartpphone Anda.



b.   Selanjutnya Aktifkan USB Debugging dengan cara Buka Settings à  Setelan Tambahan à  Opsi Pengembang à  Debudding, aktifkan opsi pada gambar dibawah ini


 

c.    Download dan install software Vysor di PC atau Laptop (Windows, Linux dan Mac). Kamu juga bisa menginstallnya melalui add ons Chrome. Bisa download disini

 

d.   Jika sudah di install selanjutnya jalankan software Vysor di laptop lalu hubungkan Android kamu dengan PC atau laptop menggunakan kabel USB. Jika muncul tampilan seperti ini pilih Allow access



e.  Setelah terhubung, selanjutnya pilih menu View pada software Vysor. Sekarang anda dapat mengontorl layer Smartphone anda langsung dari PC/Komputer anda


f.    Lihat pada Android Studio perangkat anda sudah ada, anda dapat menjalankannya langsung dengan menekan tombol Run/Play App dengan menekan tombol Shift + (F10) di menu Toll Bar

 


g.   Klik install, aplikasi dari Android Studio akan otomatis terinstall di smartphone anda.


h.   Buka aplikasi yang sudah terinstall di smartphone anda, dan ini tampilannya sama seperti aplikasi yang kita buat di Android Studio





 




 

 

 

 

 

 

 

 

 


0 komentar:

Posting Komentar