PENGENALAN IDE ANDROID STUDIO MEMBUAT PROJECT DAN STRUKTUR FOLDER ANDROID STUDIO
Android
semakin digandrungi. Per Maret 2018 ada lebih dari 3,6 juta aplikasi Android di
Google Play Store (data Statista). Di indonesia sendiri pada bulan Maret 2019
sebanyak 93,5% konsumen memilih platform Android untuk sistem operasi peranti
mobile mereka (data Statcounter). Ini menandakan bahwa kebutuhan akan Android
developer, semakin meningkat. Tak heran, profesi Android developer merupakan 1
dari 5 profesi yang paling diincar perusahaan (data LinkedIn Emerging Jobs
Report 2019).
Spesifikasi minimal Komputer/Laptop:
·
Resolusi layar 1366 x 768 (Rekomendasi Full HD 1920 x 1080).
·
Prosesor Intel i3 (Rekomendasi Core i5 ke atas).
·
RAM 4GB (Rekomendasi 8GB).
Setelah install android studio berikut cara membuat project dan
pengenalan struktur folder pada android studio.
1.
Pilih Start à Android Studio atau di shortcut pada desktop
2.
Pilih à Start a new Android Studio Project
3.
Pilih à Empty Activity à Next
Pada Android Studio
kalian tidak hanya dapat membuat
aplikasi untuk mobile
saja tetapi kalian
juga bisa membuat
aplikasi Android untuk Smart TV dan juga perangkat Wearable
seperti Jam dan Google
Glass. Jika sudah klik Next.
4.
Configure Your Project
Name à HelloWord
Package
Name à Biarkan Apa Adanya
Save
Location à C:\Users\acer\AndroidStudioProjects\Nama
File
Language à Java
Minimum API
Level à API 14 à Klik Finish
Keterangan :
·
Application Name : Merupakan nama untuk aplikasi
yang akan kalian bangun (Huruf pertama usahakan huruf kapital).
·
Package Name : Merupakan alamat Website kalian
atau perusahaan atau yang lainnya,
jika tidak ada bisa diisi sesukanya saja, yang pasti harus diisi. Package name ini
tidak boleh sama dengan
aplikasi lain yang akan anda buat nantinya.
·
Save Location : Merupakan lokasi dimana Project
yang kalian bangun akan di simpan.
·
Language : Bahasa pemrograman yang akan di
pergunakan untuk membuat aplikasi, anda bisa memilih Bahasa Java atau Kotlin
5. Maka akan Tampil IDE Android Studio
A. Merupakan bagian
dari susunan folder
project Android Studio
(Lebih jelasnya nanti
kita akan bahasa di bawah).
B. Merupakan bagian dari Palette yang berisi beberapa tools atau component
yang bisa kita gunakan untuk memberi tampilan
pada aplikasi yang akan kita bangun.
C. Merupakan Component Tree yang memiliki
fungsi menampilkan Layout
dan susunan dari komponen
yang telah kita gunakan di Bagian
D. Merupakan bagian bidang utama yang digunakan
untuk meletakkan Component
yang ingin kita gunakan. Tampilannya seperti tampilan layar pada Mobile Android.
6.
Susunan
Folder Project Android
Studio
Keterangan :
1) Pada
bagian pertama terdapat folder yang bernama Manifest, di dalam folder Manifest tersebut terdapat file
AndroidManifest.xml. File AndroidManifest.xml
berisis informasi tentang package (paket) pada project yang kita bangun.
Jadi file ini memuat komponen
aplikasi seperti Activity, Services, Content, dan lain sebagainya. Jika kita membuat Activity baru maka akan terdapat
di file ini, jika tidak maka periksa kembali,
dan jika kita ingin membuat
aplikasi yang membuatuhkan koneksi Internet, kita
diharuskan mengisi User Permission di File
ini, menggant judul, icon, dan lain sebagainya.
2) Pada bagian kedua terdapat foler Java yang di dalamnya terdapat folder bernama seperti domain yang kita isikan pada pertama kali membuat aplikasi, pada contoh tutorial ini diatas kita membuatnya dengan nama (com.kodingindonesia.aplikasipertama), di dalam folder tersebut terdapat file NameActivity.java, jika nama Activity tidak dirubah maka secara default bernama MainActivity.java , pada bagian file ini lah kita akan membuat program Java untuk aplikasi yang akan kita buat.
3) Pada bagian ketiga ini terdapat folder
drawable, folder drawable
ini merupakan bagian dari folder resource. Folder
drawable ini digunakan untuk menyimpan file
gambar dengan format .jpg atau .png yang kita gunakan pada aplikasi yang akaddddddxxn kita bangun
4) Pada bagian
keempat ini terdapat
file bernama layout_name.xml, secara default jika kita tidak rubah saat pertama maka
namanya adalah activity_main.xml. file layout_name.xml ini terdapat di folder layout yang merupakan bagian dari folder resource. Pada file ini lah kita akan membaut
tampilan atau User Interface untuk aplikasi yang akan kita bangun.
5) Pada
bagian kelima terdapat beberapa icon launcher aplikasi yang bernama ic_launcher. Icon ini terdapat pada folder
mipmap yang merupakan bagian dari folder resource.
6) Pada bagian
keenam ini terdapat beberapa
file antara lain :
·
String.xml yang
merupakan file berisi
resource data-data text yang akan kita gunakan
sebagai komponen aplikasi.
·
Style.xml
yang merupakan file berisi resource tentang tema seperti Toolbar, yang akan kita gunakan untuk komponen aplikasi nantinya.
·
Color.xml yang
merupakan file berisi
resource warna-warna dari file Style.xml
Semua file-file tersebut
terdapat di folder values yang merupakan bagian dari foler
resource.
7) Pada
bagian ketujuh terdapat Gradle. Gradle ini merupakan tools untul build yang digunakan pada Android Studio, untuk
Compile, Run project Aplikasi yang akan
kita bangun. Jika kalian pernah menggunakan Eclipse kalian tidak akan menemukan
build tools Gradle, karena Eclipse menggunakan build tools Ant.
PENJELASAN ANDROIDMANIFEST.XML
Berikut ini contoh struktur
file dari AndroidManifest.xml
<Manifest>
Bagian manifest
ini berisi nama package di Activity class yang kita bangun.
<Application>
Pada bagian Application ini sendiri merupakan
sub dari bagian
manifest. Pada bagian
ini berisi pendeklarasian tentang Aplikasi kita ,seperti tema, icon dan judul aplikasi.
Ø
android:allowBackup
: berfungsi untuk mengizinkan aplikasi merestore infrastructure.
Ø android:icon : berfungsi untuk pendeklarasian icon launcher semua komponen Aplikasi yang kita bangun.
Ø android:label : berfungsi untuk mendeklarasikan nama judul semua komponen Aplikasi yang kita bangun.
Ø android:supportsRtl : berfungsi untuk mengaktifkan apakah aplikasi yang kita bangun
support Right-to-Left atau tidak.
Ø android:theme : berfungsi untuk mendeklarasikan tema semua komponen
Aplikasi yang kita bangun.
<Activity>
Pada bagian
Activity ini sendiri merupakan sub dari application, pada bagian Activity ini sendiri
berfungsi untuk mendaftarkan atau registrasi activity-activity baru.
·
android:name : berfungsi untuk mendeklarasikan nama dari Class Activity
PENJELASAN STRUKTUR FOLDER JAVA DAN FILE JAVA
Berikut ini struktur file dari MainActivity.java
Package
Pada bagian package ini berfungsi untuk mengelompokan beberapa
file class Activity
java pada aplikasi kita.
Import
Pada bagian import ini berfungsi untuk mengimport library untuk komponen
yang kita gunakan
pada aplikasi.
Public class MainActivity extends AppCompatActivity
· Public class : Merupakan modifier
yang digunakan dalam pemrograman java untuk menyatakan bahwa kelas / method
/ attribute tersebut dapat diakses
oleh kelas ini.
· MainActivity : Merupakan nama dari
kelas yang telah kita bangun.
· Extends AppCompatActivity : menyatakan bahwa class NameActivity akan mewariskan sifat dari library
yang bernama AppCompatActivity yang merupakan sifat
dari program java yaitu inheritance(pewarisan).
Override
: Merupakan
teknologi yang memungkinan class turunan atau subclass atau kadang juga disebut child, di mana
subclass atau child ini bisa mengubah variabel yang ada di parentclass (parent/induk).
Protected void : Protected adalah modifier yang digunakan dalam pemrograman java untuk menyatakan bahwa kelas tersebut dapat diakses dari kelas turunannya.
Sedangkan Void adalah method digunakan dalam
pemrograman java untuk menyatakan bahwa
tipe data tersebut tidak mempunyai
nilai balik (return value).
onCreate
: fungsi ini akan dipanggil ketika sebuah class baru dibuat,
untuk menampilkan Activity
yang di olah di (Bundle savedInstanceState)
setContentView : menampilkan sebuah halaman antarmuka
atau user interface
pada file layout yang bernama
layout_name yang berlokasi di layout.Layout_name.
PENJELASAN LAYOUT
(activity_main.xml)
Pada
bagian layout_name.xml ini merupakan bagian untuk membangun
User Interface, ada dua
bagian yang bisa kita akses
yaitu bagian Design dan bagian Text.
Bagian Design
Gambar di atas
merupakan bagian dari Design, untuk
memilihnya sendiri terdapat dibagian
kiri bawah seperti yang ditunjukkan oleh gambar di atas bagian merah. Pada bagian
ini kita bisa membuat antarmuka atau user interface
dengan cara Drag N Drop.
Bagian Code
Gambar di atas merupakan
bagian dari Text, untuk memilihnya sendiri terdapat dibagian
kiri bawah seperti yang ditunjukkan oleh gambar di atas bagian merah. Pada bagian ini kita
bisa membuat antarmuka atau user interface dengan cara Menulis Program XML.
ConstraintLayout
ConstraintLayout ini merupakan jenis dari layout yang ada di Activity,
selain ConstraintLayout ada juga RelativeLayout dan LinearLayout.
TextView
TextView sendiri
merupakan widget dari komponen yang terdapat pada User Interface yang berfungsi untuk menampilkan text. Beberapa atribut
dari TextView yang digunakan di atas adalah:
·
Android:layout_width
: merupakan salah satu jenis penempatan dari widget. Pada contoh
di atas yaitu wrap_content jadi ukuran lebar dari TextView
ini mengikuti panjang dari
text yang didalamnya. Selain wrap_content ada pula match_parent yaitu ukuran lebar
dari TextView akan mengikuti
lebar dari layar.
· Android:layout_height : merupakan salah
satu jenis penempatan dari widget juga, sama halnya dengan android:
layout_width, hanya bedanya
jika android:layout:height ini mengatur tinggi dari TextView.
· Android:text : merupakan isi text
dari TextView yang akan ditampilkam.
· Android:id : merupakan identitas dari
TextView yang nantinya akan dipanggil pada program java atau activity
java.
7. Cara
Menambahkan Emulator
Kita dapat menambahakan Emulator,
Adapun caranya Klik icon AVD Manager (Android Virtual
Device) Manager
8. Akan tampil daftar Virtual device jika sebelumnya telah ada, untuk menabahkan emulator baru klik +
Create Virtual Device
9.
Kita bisa memilih
jenis emulator yang akan kita gunakan, tidak hanya smartphone untuk perangkat keras lain seperti
Smart TV, tablet
dan yang lainya
pun telah di sediakan,
untuk praktikum kita gunakan emulator
dengan memilih Phone lalu
pilih Nexus 5 terakhir klik
tombol Next
10. Pilih Versi OS Android
/ API Level yang akan kita gunakan
pada emulator kita, anda diharuskan untuk mendownolad OS android
ini, setelah itu klik
tombol Next
11. Selanjutnya beri nama Android
Virtual Device (emulator) kita, anda bisa memberi nama sesuka anda setelah itu klik tombol Finish
12. Selanjutnya
akan tampil daftar emulator yang tersedia yang dapat anda gunakan untuk menjalankan aplikasi yang nanti kita
buat, untuk mencoba apakah emulator kita telah
siap digunakan atau tidak anda bisa menjalannya dengan menekan tombol
Run/Play
13.
Berikut tampilan dari emulator yang kita
coba jalankan pada IDE Android
Studio
14. Atau anda dapat menjalankannya langsung dengan menekan
tombol Run/Play App dengan menekan
tombol Shift + (F10)
di menu Toll Bar
15. Maka akan tampil aplikasi
HelloWord yang tadi kita buat seperti gambar
di bawah ini
16. Bisa kita lihat perbedaan setelah tampil dan sebelum tampil
App HelloWord pada emulator kita
17. Untuk computer/PC dengan spek memori
RAM di bawah 8GB anda dapat menggunakan Ganget/Smartphone anda sebagai media/emulator Ketika nanti
menjalankan App yang akakn kitab uta, anda bisa Menggunakan Aplikasi
Vysor aplikasi
Vysor ini memudahkan kamu untuk mengontrol dan menampilkan layar Android
di PC/Laptop. Berikut Tutorial yang dapat anda ikuti :
a. Download aplikasi
Vysor di Play Store untuk Smartpphone
Anda.
b. Selanjutnya
Aktifkan USB Debugging dengan cara Buka Settings à Setelan
Tambahan à Opsi Pengembang à Debudding,
aktifkan opsi pada gambar dibawah ini
c. Download
dan install software Vysor di PC atau Laptop (Windows, Linux dan Mac). Kamu juga bisa menginstallnya melalui add ons Chrome. Bisa download disini
d. Jika sudah di install
selanjutnya jalankan software
Vysor di laptop lalu hubungkan
Android kamu dengan
PC atau laptop menggunakan kabel USB. Jika muncul tampilan seperti
ini pilih Allow access
e. Setelah terhubung, selanjutnya pilih menu View pada software
Vysor. Sekarang anda dapat mengontorl layer Smartphone
anda langsung dari PC/Komputer anda
f.
Lihat
pada Android Studio perangkat anda sudah ada, anda dapat
menjalankannya langsung dengan menekan tombol Run/Play
App dengan menekan tombol Shift + (F10) di menu Toll Bar
g.
Klik
install, aplikasi dari Android Studio akan otomatis terinstall di smartphone
anda.
h.
Buka
aplikasi yang sudah terinstall di smartphone anda, dan ini tampilannya sama
seperti aplikasi yang kita buat di Android
Studio



































0 komentar:
Posting Komentar